Selasa, 17 Mei 2011

LABORATORIUM KLINIK: PEMERIKSAAN DARAH (BLOOD ANALYSIS)

PENGAMBILAN SPESIMEN

  • Alat: pipet, spuit, lancet, tourniquet, kapas alkohol 70%
  • Wadah: tertutup, bersih, kering, berlabel
Cara pengambilan:
  • Dewasa: ujung jari tengah, manis
  • Anak: tumit, ibu jari kaki bag pinggir
  • Darah vena: vena cubiti
Antikoagulan:
  • EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetate) → 1½ mg/ml
  • Larutan Oxalat → 0,2 ml/ml darah

PEMERIKSAAN HEMOGLOBIN METODE SAHLI

  • Prinsip: Hb → asam hematin (oleh HCl) → warna as hematin dibandingkan dengan standart
  • Tujuan: menetapkan kadar Hb dlm darah
  • Reagen: lar HCl 0,1N, aquadest
Alat:
  1. Gelas berwarna sbg standart
  2. Tabung hemometer
  3. Pengaduk dari gelas
  4. Pipet Sahli, pipet Pasteur
  5. Kertas saring

Cara pemeriksaan:
  • Tab hemometer diisi lar HCl 0,1N → sampai tanda 2
  • Hisap darah kapiler dng pipet Sahli smpi tanda 20 μl
  • Hapus kelebihan darah dng kertas tisu
  • Masukan darah kedalam tabung hemometer
  • Bilas darah dengan larutan HCl didlm tabung

Cara pemeriksaan:
  • Tunggu 5 menit → pembentukan as. Hematin
  • Tambah aquadest → sampai warna sama dengan standart → baca dalam gr/dl
Nilai Normal:
  • Laki-laki: 14 – 18 gr/dl
  • Wanita : 12 – 16 gr/dl

PEMERIKSAAN HITUNG LEUKOSIT

  • Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Turk → lalu dihitung jumlah leukosit dalam volume tertentu
  • Tujuan: menghitung jumlah lekosit dalam darah
  • Alat yg digunakan:
  1. Pipet leukosit
  2. Kamar hitung (Improved Neubauer)
  3. Mikroskop
  4. Counter tally
  5. Reagen: Larutan Turk

Cara pemeriksaan:
  • Hisap darah EDTA dng pipet lekosit → sampai tanda 0,5
  • Hapus kelebihan darah dng kertas tisu
  • Hisap lar. Turk sampai tanda 11
  • Kocok darah dan larutan ± 2 – 3 menit
  • Buang lar 3 – 4 tetes → masukan kedalam kamar hitung
  • Hitung leukosit dengan mikroscop → lap 1,3,7,9 → hasil x 50
  • Nilai Normal: 5.000 – 10.000 / mm3

PEMERIKSAAN HITUNG ERITROSIT

  • Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Hayem → lalu dihitung jumlah eritrosit dalam volume tertentu
  • Tujuan: menghitung jumlah eritrosit dalam darah
  • Alat yg digunakan:
  1. Pipet eritrosit
  2. Kamar hitung (Improved Neubauer)
  3. Mikroskop
  4. Counter tally
  • Reagen: Larutan Hayem

Cara pemeriksaan:
  • Hisap darah EDTA dng pipet eritrosit → sampai tanda 0,5
  • Hapus kelebihan darah dng kertas tisu
  • Hisap lar. Hayem sampai tanda 101
  • Kocok darah dan larutan ± 2 – 3 menit
  • Buang lar 3 – 4 tetes → masukan kedalam kamar hitung
  • Hitung leukosit dengan mikroscop → lap A, B, C, D dan E → hasil x 10.000

Nilai Normal:
  • Pria : 4,5 – 5,5 juta/ mm3
  • Wanita : 4 – 5 juta/ mm3

PEMERIKSAAN HITUNG TROMBOSIT

  • Prinsip: darah diencerkan dan dicat dengan larutan Rees Echer → lalu dihitung jumlah trombosit dalam volume tertentu
  • Tujuan: menghitung jumlah trombosit dalam darah
  • Alat yg digunakan:
  1. Pipet eritrosit
  2. Kamar hitung (Improved Neubauer)
  3. Mikroskop
  4. Counter tally
  • Reagen: Larutan Rees Ecker

Cara pemeriksaan:
  • Hisap darah EDTA dng pipet lekosit → sampai tanda 0,5
  • Hapus kelebihan darah dng kertas tisu
  • Hisap lar. Rees Echer sampai tanda 101
  • Kocok darah dan larutan ± 2 – 3 menit
  • Buang lar 3 – 4 tetes → masukan kedalam kamar hitung
  • Hitung trombosit dengan mikroscop → lap 1,3,7,9 → hasil x 500
  • Nilai Normal: 150.000 – 400.000 / mm3

PEMERIKSAAN LAJU ENDAP DARAH (LED)

  • Prinsip (Cara Westergren) →darah EDTA didiamkan dlm waktu tertentu, maka sel sel darah akan mengendap
  • Tujuan: Untuk mengetahui kecepatan eritrosit mengendap dalam waktu tertentu
  • Alat yang digunakan:
  1. Tabung Westergren
  2. Rak Westergren
  3. Penghisap
  4. Pencatat waktu
  5. Pipet berskala
  6. Spuit 5cc
  7. Botol kecil

  • Reagen: Natrium sitrat 3,8%
Cara Pemeriksaan:
  • Sediakan botol yang telah diberi 0,4cc Na Sitrat 3,8%
  • Hisap darah vena 1,6cc dan masukan kedalam botol yg telah diisi Na sitrat 3,8%
  • Campur baik-baik
  • Hisap campuran tsb kedlm tab Westergren → sampai tanda 0
  • Biarkan pipet tegak lurus dalam rak Westergren
  • Baca tingginya plasma selama 1 dan 2 jam
Nilai Normal
  • Laki-laki : 0 – 10 mm/jam
  • Wanita : 0 – 20 mm/jam

PEMERIKSAAN HITUNG JENIS LEUKOSIT

  • Prinsip: terdapat perbedaan daya serap terhadap zat asam
  • Tujuan: menghitung jumlah tiap-tiap jenis leukosit dalam darah
  • Alat yang digunakan:
  1. Mikroskop
  2. Obyek glass
  3. Lancet steril
  4. Pencatat waktu
  5. Rak pengecatan
  6. Rak pengering
  7. Minyak imersi
  8. Kaca penggeser
  9. Pinsil kaca

Reagen:
  • Larutan Wright
  • Larutan buffer pH 6,4
Cara Pemeriksaan
  • Buat hapusan darah tepi
  • Cat hapusan dengan lar. Wright → 2 menit
  • Tetesi dengan lar buffer sama banyak → selama 5 menit
  • Siram dengan aquadest
  • Keringkan dan baca dengan mikroskop

Harga Normal:
  1. Eosinofil : 1 – 3 %
  2. Basofil : 0 – 1 %
  3. Batang : 2 – 6 %
  4. Segmen : 50 – 70 %
  5. Limfosit : 20 – 40 %
  6. Monosit : 2 – 8 %

PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO

  • Prinsip: aglutinasi sel darah merah dengan anti serum tertentu
  • Tujuan: untuk mengetahui golongan darah seseorang
  • Alat yang diperlukan:
  1. Obyek glass
  2. Lancet
  3. Kapas alkohol

Reagen:
  • Serum anti A, Serum anti B, Serum anti AB
Cara Pemeriksaan:
  • Taruh pada masing-masing obyek glass serum anti A, B dan AB
  • Tetesi serum dengan darah dan aduk
  • Lihat penggumpalan yang terjadi

Hasil:
GOL. DARAH ANTI A ANTI B
A      +      -
B      -      +
AB       +      +
O      -      -

WAKTU PERDARAHAN
(BLEEDING TIME)

Prinsip :
  • Ialah pemeriksaan terhadap fungsi pembuluh darah (kapilaria) jumlah dan fungsi trombosit (ekstrinsik faktor)
Cara Pemeriksaan
  • Cuping telinga ditusuk pinset → dihitung sampai darah berhenti
Harga Normal : 1 – 7 menit

WAKTU PEMBEKUAN
(CLOTING TIME)

Prinsip :
  • Dengan pemeriksaan waktu pembekuan dapat dilihat adanya kelainan / kekurangan dari faktor intrinsik
Cara pemeriksaan
  • Darah dimasukan tabung reaksi → dihitung waktunya sampai beku
Harga Normal : 5 – 15 menit

PEMERIKSAAN PAPANICOLAOU SMEAR

Prinsip :
  • Mendeteksi adanya sel sel ganas pada hapusan sekret vagina / servik
Cara Pemeriksaan:
  • Px tidak boleh irigasi vagina, memasukan obat pervagina, tidak coitus 24 – 48 jam sebelumnya
  • Pemeriksaan dilakukan diantara waktu mens dengan posisi litotomi
  • Dengan spekulum, ambil permukaan servik dengan spatula → bahan difiksasi dlm obyek glass

Hasil:
  1. Kelas 1: tidak ada sel atipikal/abnormal
  2. Kelas 2: sel atipikal, tidak terbukti maligna
  3. Kelas 3: dugaan, tp tdk disimpulkan maligna
  4. Kelas 4: dugaan kuat maligna
  5. Kelas 5: kesimpulan maligna

PEMERIKSAAN JAMUR

Prinsip :
  • Larutan KOH 10 % atau 20 % akan melisiskan kulit, rambut, kuku sehingga bila mengandung jamur akan terlihat adanya Hypha atau spora
Cara pemeriksaan: dilihat dibawah mikroskop

PEMERIKSAAN SEREBRO SPINAL

  • Cairan serebro spinal diperoleh dari lumbal pungsi pada ruang antar lumbal L3-4 atau L4-5.
  • Tekanan pertama diukur, kemudian cairan diaspirasi dan dimasukan dalam tabung pemeriksaan yang steril.
  • Data analisa cairan spinal sangat penting dalam mendiagnosa penyakit medulla spinalis dan otak

Volume :
  • Bayi : 40 – 60 ml
  • Anak : 80 – 120 ml
  • Dewasa : 100 – 160 ml
S el Darah
     Putih / mm3      Merah / mm3
Neonatus      0.15       0.5
Anak      0.10      0.1
Dewasa      0.5      0.1

Chlorida :
  • Neonatus : 108 – 122 mmol / l
  • Dewasa : 112 – 130 mmol / l

Glukosa :
  • Neonatus : 1.1 – 2.2 mmol / l
  • Bayi/anak : 3.9 – 5.0 mmol / l
  • Dewasa : 2.8 – 4.4 mmol / l

  • Protein Total : 15 – 45 mg / 100 ml
  • Albumin : 52 %
  • Alpha 1 globulin : 5 %
  • Alpha 2 globulin : 14 %
  • Beta globulin : 10 %
  • Gamma globulin : 19 %

REFERENSI

  1. Harper, Rodwell, Mayes, 1977, Review of Physiological Chemistry
  2. Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji Dharma, Jakarta, EGC
  3. Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi, Karbohidrat dan Lipid, Bandung, ITB
  4. Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia Dasar B, Jakarta, FKUI
  5. Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung, Alfabeta
  6. Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-Dasar Biokimia, Bandung, UI Press

diposkan oleh dr. Suparyanto, M.Kes

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar